Pajak Rumah Kos 2026: PPh Final 0,5%, PBJT, dan Dampaknya ke Yield

Saat menghitung imbal hasil rumah kos, banyak calon investor berhenti di angka sewa dikurangi biaya pengelola. Padahal ada dua pos pajak yang bisa menggeser hasil akhir: pajak penghasilan (PPh) dan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Kabar baiknya, untuk skala satu unit kos, beban PPh bisa jauh lebih ringan dari yang sering diasumsikan. Yang perlu lebih diperhatikan justru PBJT.

Rumah kos bukan objek PPh final sewa 10%

Salah kaprah yang umum: penghasilan kos disamakan dengan sewa rumah atau bangunan yang dikenai PPh final 10%. Menurut penjelasan Direktorat Jenderal Pajak (Agustus 2026), rumah kos diperlakukan sebagai penghasilan usaha, karena pemilik tidak sekadar menyewakan ruang, tetapi juga menyediakan layanan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas bersama.

Konsekuensinya, wajib pajak orang pribadi dengan omzet sampai Rp4,8 miliar per tahun bisa memakai skema PPh final 0,5% dari omzet. Untuk orang pribadi, omzet Rp500 juta pertama dalam setahun tidak dikenai pajak, dan fasilitas ini diperpanjang hingga 2029.

Simulasi PPh untuk satu unit kos

SkenarioOmzet per tahunPosisi terhadap Rp500 jutaEstimasi PPh final 0,5%
10 kamar × Rp2,3 juta, okupansi 100%Rp276 jutaDi bawah batasRp0
12 kamar × Rp2,3 juta, okupansi 100%Rp331,2 jutaDi bawah batasRp0
14 kamar × Rp2,5 juta, okupansi 100%Rp420 jutaDi bawah batasRp0
Simulasi dengan asumsi unit kos adalah satu-satunya usaha wajib pajak. Omzet dari usaha lain dijumlahkan.

Catatan penting: batas Rp500 juta dihitung dari total omzet usaha orang pribadi, bukan per unit. Jika Anda memiliki usaha lain atau lebih dari satu unit kos, omzetnya digabung. Klasifikasi akhir juga bergantung pada fakta masing-masing wajib pajak.

PBJT: pajak yang muncul saat kamar lebih dari 10

Berdasarkan UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD), rumah kos dengan lebih dari 10 kamar termasuk objek PBJT jasa perhotelan. Tarif maksimalnya 10%, dan besaran pastinya ditetapkan lewat Perda masing-masing daerah. Untuk wilayah Depok, tarif spesifiknya perlu Anda cek langsung ke Bapenda setempat.

Artinya, unit dengan 10 kamar berada di luar kriteria ini, sedangkan unit 12 atau 14 kamar perlu memasukkan PBJT ke dalam hitungan.

Seberapa besar PBJT menggeser yield?

Contoh: unit 12 kamar, sewa Rp2,3 juta, okupansi 90%, management fee 10%, harga investasi Rp2,8 miliar.

KomponenTanpa PBJTPBJT 10% ditanggung pemilik
Omzet setahun± Rp298,1 juta± Rp298,1 juta
Management fee 10%± Rp29,8 juta± Rp29,8 juta
PBJT–± Rp29,8 juta
Pendapatan bersih± Rp268,3 juta± Rp238,5 juta
Yield bersih± 9,6%± 8,5%
Simulasi, bukan proyeksi. Belum termasuk PBB dan kenaikan sewa.

Selisihnya sekitar 1 poin persentase. Dalam praktik, PBJT bisa dibebankan ke penyewa sebagai komponen harga, tapi itu membuat sewa efektif lebih mahal dan perlu diuji ke pasar. Karena itu, perhitungan yang konservatif sebaiknya mengasumsikan pemilik yang menanggungnya.

Pos pajak lain yang sering terlewat

  • PBB-P2 atas tanah dan bangunan, dibayar tahunan.
  • Biaya transaksi saat pembelian seperti BPHTB, yang besarnya tergantung skema penawaran developer.
  • Pelaporan SPT tahunan, meskipun PPh final yang terutang Rp0, omzet tetap perlu dilaporkan.

Checklist sebelum menghitung yield

  1. Pastikan jumlah kamar per unit, karena ini menentukan apakah PBJT berlaku.
  2. Cek tarif PBJT di Perda daerah lokasi kos.
  3. Hitung total omzet usaha Anda, bukan hanya dari unit ini.
  4. Masukkan PBB dan biaya transaksi ke dalam modal awal.
  5. Konsultasikan struktur pajak dengan konsultan pajak sebelum transaksi.

Artikel ini bersifat edukasi, bukan nasihat pajak. Aturan dan tarif dapat berubah; pastikan dengan konsultan pajak atau kantor pajak setempat. Seluruh angka adalah simulasi berdasarkan asumsi yang disebutkan.

Ingin melihat simulasi investasinya lengkap dengan komponen pajak? Hubungi tim Scientia Haven untuk perhitungan per unit.

Investasi Rumah Kos Dekat UI: Simulasi Yield di 4 Skenario Okupansi

Banyak penawaran investasi rumah kos menyebut satu angka: “yield sekitar 9% per tahun”. Angka itu tidak salah, tapi hanya berlaku di satu kondisi, yaitu semua kamar terisi sepanjang tahun. Di dunia nyata, okupansi naik-turun. Karena itu, cara paling jujur menilai rumah kos adalah menghitung beberapa skenario sekaligus.

Artikel ini membedah simulasi pendapatan rumah kos dekat Universitas Indonesia dengan asumsi yang terbuka, supaya Anda bisa menghitung ulang sendiri.

Asumsi dasar simulasi

  • Harga investasi: Rp2,8 miliar per unit (bangunan, bisnis kos, dan estate management)
  • Jumlah kamar: 10 kamar (asumsi konservatif; unit umumnya 10–14 kamar)
  • Sewa: Rp2,3 juta per kamar per bulan (batas bawah rentang Rp2,3–2,5 juta)
  • Management fee: 10% dari pendapatan sewa

Pada okupansi penuh, pendapatan kotor setahun adalah 10 × Rp2,3 juta × 12 = Rp276 juta. Setelah fee 10%, pendapatan bersih sekitar Rp248,4 juta per tahun.

Yield bersih di 4 skenario okupansi

OkupansiPendapatan bersih/tahunYield (fee 10%)Yield (fee 15%)
100%± Rp248,4 juta8,9%8,4%
90%± Rp223,6 juta8,0%7,5%
80%± Rp198,7 juta7,1%6,7%
70%± Rp173,9 juta6,2%5,9%
Simulasi 10 kamar, sewa Rp2,3 juta, harga Rp2,8 M. Belum termasuk pajak, kenaikan sewa, dan kenaikan nilai tanah.

Jika unit memiliki 12 kamar, yield pada okupansi 90% naik ke kisaran 9,0–9,6%. Karena itu, jumlah kamar per unit adalah angka pertama yang perlu Anda pastikan sebelum membandingkan penawaran.

Bandingkan dengan instrumen bebas risiko

Pembanding yang masuk akal adalah surat berharga negara ritel. SBR015 yang ditawarkan 28 September–22 Oktober 2026 memberi kupon 6,85% per tahun, atau sekitar 6,2% setelah pajak. Artinya, dengan 10 kamar dan fee 10%, rumah kos perlu okupansi sekitar 70% hanya untuk menyamai SBR. Di atas angka itu, selisihnya adalah imbalan atas risiko dan usaha mengelola properti.

Payback period: sekitar 11 tahun

Rp2,8 miliar dibagi Rp248,4 juta per tahun menghasilkan sekitar 11,3 tahun pada okupansi penuh. Angka ini belum memperhitungkan kenaikan sewa dari tahun ke tahun maupun kenaikan nilai tanah, yang secara historis menjadi bagian penting imbal hasil properti.

Faktor yang belum masuk hitungan

  • Pajak penghasilan. Menurut DJP (Agustus 2026), rumah kos diperlakukan sebagai penghasilan usaha, bukan objek PPh final sewa 10%. Orang pribadi bisa memakai PPh final 0,5% untuk omzet hingga Rp4,8 miliar. Konsultasikan dengan konsultan pajak untuk kondisi Anda.
  • PBJT. Kos dengan lebih dari 10 kamar termasuk objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu jasa perhotelan dengan tarif maksimal 10%, tergantung Perda setempat.
  • Masa konstruksi. Sekitar 8 bulan tanpa pendapatan sewa. Skema cash bertahap hingga 10 bulan membantu mengurangi biaya peluang ini.

Jadi, bagaimana membaca angka ini?

Rumah kos dekat kampus menarik karena permintaannya datang dari mahasiswa setiap tahun ajaran. Namun keputusan yang baik lahir dari skenario, bukan dari satu angka terbaik. Pastikan jumlah kamar, okupansi aktual unit pembanding, struktur fee pengelola, dan beban pajak sebelum menandatangani apa pun.

Catatan: seluruh angka di atas adalah simulasi berdasarkan asumsi yang disebutkan, bukan jaminan hasil. Hasil aktual bergantung pada okupansi dan kondisi operasional.

Ingin melihat simulasi investasinya untuk unit Scientia yang tersedia? Hubungi tim Scientia Haven untuk mendapatkan perhitungan lengkap per unit.

Risiko Investasi Rumah Kos yang Perlu Dihitung Sebelum Membeli

Rumah kos dekat kampus sering disebut investasi yang “pasti penuh”. Kenyataannya, ada beberapa risiko nyata yang bisa menurunkan imbal hasil. Kabar baiknya, sebagian besar risiko itu bisa diukur dan dihitung sejak awal. Berikut lima risiko utama investasi rumah kos, beserta cara membacanya dengan angka.

1. Risiko okupansi: kamar kosong berarti pendapatan hilang

Ini risiko terbesar. Kekhawatiran “kos tidak laku disewa” itu wajar dan punya preseden. Saat pandemi 2021, perkuliahan beralih ke daring dan okupansi kos di sekitar Universitas Indonesia anjlok. Banyak pemilik akhirnya menjual kosnya dengan harga murah.

Cara mengukurnya adalah dengan menghitung yield di beberapa tingkat okupansi. Contoh untuk unit 10 kamar, sewa Rp2,3 juta, harga Rp2,8 miliar, dan management fee 10%:

OkupansiPendapatan bersih per bulanYield bersih
100%± Rp20,7 juta8,9%
90%± Rp18,6 juta8,0%
80%± Rp16,6 juta7,1%
70%± Rp14,5 juta6,2%
Simulasi sebelum pajak, PBB, dan kenaikan sewa.

Pertanyaan yang lebih berguna daripada “berapa yield-nya?” adalah “di okupansi berapa investasi ini masih lebih baik dari alternatif bebas risiko?”. Untuk skenario di atas, jawabannya sekitar 70%.

2. Risiko persaingan harga sewa

Sewa Rp2,3–2,5 juta per bulan termasuk segmen atas di sekitar UI. Sebagai gambaran, median harga listing kos di platform operator besar dekat UI berada di kisaran Rp1,7 juta, sementara kos premium di area Kukusan berada di rentang Rp2,2–3,1 juta dan beberapa di antaranya sedang memberi promo. Artinya, segmen premium punya pembeli, tapi juga punya pesaing.

Yang menahan harga di segmen ini biasanya kombinasi jarak ke kampus, kualitas fasilitas kamar, dan keamanan. Saat menilai penawaran, lihat apakah ketiganya benar-benar ada, bukan hanya di brosur.

3. Risiko masa konstruksi

Pada proyek kos yang dibangun setelah pembelian, ada masa tanpa pendapatan. Jika konstruksi berlangsung sekitar 8 bulan dan dana dibayar penuh di awal, ada biaya peluang. Dibandingkan menaruh dana yang sama di SBR dengan hasil bersih sekitar 6,2% per tahun, nilainya sekitar Rp115 juta.

Skema pembayaran bertahap mengurangi beban ini karena sebagian dana masih bisa bekerja di tempat lain selama bangunan dikerjakan. Hitung selisihnya dengan diskon cash keras sebelum memilih skema.

4. Risiko operasional

Kos yang dikelola sendiri berarti Anda mengurus penagihan, keluhan penghuni, perbaikan AC bocor, kebersihan, dan pemasaran kamar kosong. Kos yang dikelola pihak ketiga memindahkan pekerjaan ini, dengan biaya management fee 10–15% dari pendapatan sewa.

Yang perlu dicek bukan hanya besaran fee, tapi apa saja yang dicakup: kebersihan, security, maintenance, penggantian fasilitas, dan pemasaran untuk menjaga okupansi. Minta juga contoh laporan bulanan yang akan Anda terima.

5. Risiko likuiditas

Properti tidak bisa dicairkan secepat deposito atau obligasi. Menjual unit kos butuh waktu dan harganya bergantung pada kinerja kos saat dijual. Karena itu, dana untuk investasi kos sebaiknya bukan dana darurat atau dana yang mungkin dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan.

Ringkasan: cara menakar risiko sebelum membeli

  • Minta data okupansi aktual, bukan target okupansi.
  • Hitung yield minimal di tiga skenario: 100%, 90%, dan 70%.
  • Bandingkan dengan instrumen bebas risiko seperti SBR.
  • Cek cakupan layanan pengelola secara tertulis.
  • Pastikan dana yang dipakai tidak Anda butuhkan dalam jangka pendek.

Seluruh angka dalam artikel ini adalah simulasi berdasarkan asumsi yang disebutkan, bukan jaminan hasil. Hasil aktual bergantung pada okupansi dan kondisi operasional.

Ingin menguji risiko ini dengan angka unit yang sebenarnya? Lihat simulasi investasinya bersama tim Scientia Haven.

Investasi Rumah Kos atau SBR? Hitung Okupansi Breakeven-nya

Bagi investor yang punya dana miliaran, pilihan sering mengerucut ke dua jalur: instrumen negara yang hampir bebas risiko seperti SBR, atau aset riil seperti rumah kos. Membandingkan keduanya hanya dari angka yield kurang adil. Cara yang lebih jujur adalah bertanya: di okupansi berapa rumah kos mulai mengalahkan SBR?

Titik acuan: SBR015

SBR015 ditawarkan pada 28 September–22 Oktober 2026 dengan kupon 6,85% per tahun dan tenor 4 tahun. Setelah pajak kupon 10%, hasil bersihnya sekitar 6,2% per tahun. Sebagai konteks, BI Rate per September 2026 berada di 5,75%.

Dengan dana Rp2,8 miliar, hasil bersih SBR sekitar Rp173,6 juta per tahun. Angka inilah yang harus dikejar rumah kos.

Okupansi breakeven rumah kos vs SBR

Asumsi: harga investasi Rp2,8 miliar, sewa Rp2,3 juta per kamar per bulan, management fee 10%.

Jumlah kamarPendapatan bersih di okupansi 100%Okupansi breakeven vs SBRYield di okupansi 90%
10 kamar± Rp248,4 juta± 70%8,0%
12 kamar± Rp298,1 juta± 58%9,6%
14 kamar± Rp347,8 juta± 50%11,2%
Simulasi sebelum pajak usaha, PBJT, dan PBB. Bukan proyeksi.

Cara membacanya: untuk unit 10 kamar, selama rata-rata okupansi tahunan di atas 70%, pendapatan bersih kos melampaui SBR. Untuk unit 14 kamar, cukup di atas separuh kamar terisi. Semakin banyak kamar, semakin lebar ruang aman terhadap kamar kosong.

Yang tidak terlihat di tabel

Perbandingan di atas hanya melihat arus kas. Ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu ikut ditimbang.

AspekSBRRumah kos
Risiko gagal bayarDijamin negaraBergantung okupansi dan operasional
Kupon atau sewaMengambang dengan batas bawahBisa naik mengikuti pasar sewa
Nilai pokokKembali nominal di akhir tenorTanah dan bangunan bisa naik atau turun nilainya
LikuiditasEarly redemption terbatasPerlu waktu untuk menjual
KeterlibatanTidak perlu mengurus apa punMinim jika dikelola profesional

Kapan rumah kos lebih masuk akal?

  • Anda ingin memiliki aset riil yang bisa diwariskan, bukan hanya instrumen bertenor.
  • Lokasinya punya permintaan stabil, misalnya dekat kampus besar, sehingga okupansi di atas titik breakeven realistis.
  • Ada pengelola profesional sehingga Anda tidak perlu mengurus operasional harian.
  • Dana tersebut tidak dibutuhkan dalam jangka pendek.

Kapan SBR lebih cocok?

  • Anda memprioritaskan kepastian arus kas di atas potensi hasil.
  • Dana mungkin dibutuhkan dalam 4 tahun ke depan.
  • Anda belum bisa memverifikasi data okupansi aktual kos yang ditawarkan.

Keduanya juga tidak harus dipilih salah satu. Banyak investor membagi portofolio: sebagian di instrumen negara untuk stabilitas, sebagian di properti untuk pertumbuhan aset.

Seluruh angka adalah simulasi berdasarkan asumsi yang disebutkan, bukan jaminan hasil. Artikel ini bukan rekomendasi investasi; sesuaikan dengan profil risiko Anda.

Ingin melihat simulasi investasinya dengan jumlah kamar unit yang tersedia? Hubungi tim Scientia Haven.

Harga Rumah Kos per Kamar: Cara Membandingkan Penawaran dengan Adil

Dua penawaran rumah kos bisa terlihat sangat berbeda: satu Rp1,1 miliar, satu lagi Rp2,8 miliar. Tanpa pembanding yang sama, sulit menilai mana yang lebih masuk akal. Metrik paling sederhana untuk menyamakan posisi adalah harga per kamar, karena kamar adalah unit yang benar-benar menghasilkan uang.

Cara menghitung harga per kamar

Rumusnya: harga investasi dibagi jumlah kamar yang bisa disewakan. Contoh untuk unit seharga Rp2,8 miliar:

Jumlah kamarHarga per kamar (Rp2,8 M)Harga per kamar (cash keras Rp2,7 M)
10 kamarRp280 jutaRp270 juta
12 kamar± Rp233 jutaRp225 juta
14 kamarRp200 juta± Rp193 juta

Terlihat bahwa satu variabel, jumlah kamar, bisa menggeser harga per kamar hingga Rp80 juta. Karena itu, penawaran yang tidak menyebut jumlah kamar secara jelas belum bisa dibandingkan.

Kisaran pasar di sekitar Depok

Dari penawaran proyek kos baru dan listing resale di sekitar UI Depok per September 2026, harga per kamar umumnya berada di kisaran Rp183–250 juta. Angka ini bisa dipakai sebagai patokan awal, dengan catatan tiap penawaran punya isi paket yang berbeda.

Harga per kamar saja tidak cukup

Kamar seharga Rp180 juta yang disewa Rp1,5 juta bisa menghasilkan lebih sedikit daripada kamar Rp250 juta yang disewa Rp2,3 juta. Karena itu, harga per kamar perlu dipasangkan dengan sewa per kamar.

Rumus cepatnya: sewa per kamar per tahun dibagi harga per kamar. Contoh, kamar Rp233 juta dengan sewa Rp2,3 juta per bulan menghasilkan yield kotor sekitar 11,8% per tahun sebelum fee, okupansi, dan pajak. Kamar Rp183 juta dengan sewa Rp1,7 juta menghasilkan sekitar 11,1%. Selisihnya ternyata jauh lebih kecil daripada selisih harganya.

Isi paket yang membuat harga berbeda

Sebelum menyimpulkan satu penawaran lebih mahal, cek apa saja yang sudah termasuk:

  • Perabot kamar: AC, kasur, lemari, meja belajar, water heater, kulkas mini. Melengkapi sendiri bisa memakan puluhan juta per kamar.
  • Kamar mandi dalam atau luar, yang memengaruhi harga sewa.
  • Fasilitas bersama: dapur, ruang santai, laundry, WiFi.
  • Sistem keamanan: security 24 jam, CCTV, akses kartu.
  • Pengelolaan: apakah sudah termasuk estate management, dan berapa fee-nya.
  • Jarak ke kampus: kos di radius jalan kaki biasanya bisa memasang sewa lebih tinggi.

Dokumen yang wajib dicek

  • Jenis dan status sertifikat tanah per unit.
  • Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
  • Biaya transaksi (AJB, BBN, BPHTB) dan siapa yang menanggungnya.
  • Data okupansi aktual dari unit yang sudah beroperasi, bukan target.

Ringkasnya

Bandingkan penawaran dengan tiga angka: harga per kamar, sewa per kamar, dan biaya yang sudah atau belum termasuk. Penawaran yang terlihat paling murah belum tentu paling menguntungkan setelah semua komponen dihitung.

Angka pasar bersumber dari penawaran publik per September 2026 dan dapat berubah. Seluruh perhitungan adalah simulasi, bukan jaminan hasil.

Ingin membandingkan dengan unit Scientia yang tersedia? Lihat simulasi investasinya bersama tim Scientia Haven.

Rumah Kos untuk Dana Pensiun: Aset yang Menghasilkan Tanpa Diurus Sendiri

Menjelang pensiun, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana menjaga arus kas bulanan setelah gaji berhenti. Rumah kos sering masuk daftar pilihan karena menghasilkan sewa setiap bulan. Tapi bagi pensiunan, ada satu syarat yang sama pentingnya dengan imbal hasil: asetnya tidak boleh menjadi pekerjaan baru.

Mengapa rumah kos menarik untuk persiapan pensiun

  • Arus kas bulanan. Sewa kamar dibayar per bulan, sejalan dengan pola kebutuhan rumah tangga.
  • Aset riil. Tanah dan bangunan tetap ada dan bisa diwariskan.
  • Sewa bisa disesuaikan. Harga sewa bisa naik mengikuti pasar, berbeda dengan kupon tetap.
  • Diversifikasi. Menambah jenis aset di luar tabungan, deposito, dan obligasi.

Simulasi arus kas bulanan

Asumsi: unit 10 kamar, sewa Rp2,3 juta per kamar per bulan, harga investasi Rp2,8 miliar, management fee 10%.

OkupansiPendapatan kotor/bulanPendapatan bersih/bulan
100%Rp23,0 juta± Rp20,7 juta
90%± Rp20,7 juta± Rp18,6 juta
80%Rp18,4 juta± Rp16,6 juta
Simulasi sebelum pajak dan PBB. Pendapatan aktual bisa berbeda antarbulan, misalnya saat pergantian tahun ajaran.

Perlu diingat, pendapatan kos tidak selalu rata. Bulan pergantian semester atau libur panjang bisa menurunkan okupansi sementara. Rencanakan kebutuhan bulanan dari skenario 80–90%, bukan 100%.

Masalahnya: kos yang dikelola sendiri itu melelahkan

Pemilik kos yang mengelola sendiri harus menagih sewa, menangani keluhan penghuni, memanggil teknisi saat AC rusak, menjaga kebersihan, mengawasi keamanan, dan mencari penghuni baru setiap kali ada kamar kosong. Untuk pensiunan, ini justru bertentangan dengan tujuan awal: menikmati masa pensiun.

Peran estate management

Model yang lebih cocok untuk pensiunan adalah kos yang dikelola pihak profesional. Dengan management fee sekitar 10–15% dari pendapatan sewa, pengelola biasanya menangani:

  • Kebersihan area kamar dan fasilitas bersama
  • Security 24 jam dan pemantauan CCTV
  • Perawatan rutin dan perbaikan
  • Penggantian fasilitas yang rusak bila diperlukan
  • Pemasaran untuk menjaga kamar tetap terisi

Pemilik cukup menerima laporan dan pendapatan bersih. Saat menilai pengelola, minta contoh laporan bulanan dan tanyakan bagaimana mereka menangani kamar kosong.

Hal yang perlu dipertimbangkan

  • Likuiditas. Dana di properti tidak bisa dicairkan cepat. Pisahkan dana darurat dan dana kesehatan terlebih dahulu.
  • Konsentrasi aset. Menaruh sebagian besar tabungan pensiun di satu properti meningkatkan risiko. Pertimbangkan porsi yang wajar dalam portofolio.
  • Masa tunggu. Jika kos masih dibangun, belum ada pendapatan selama masa konstruksi.
  • Pajak. Penghasilan kos diperlakukan sebagai penghasilan usaha. Konsultasikan skema pajaknya.

Kesimpulan

Rumah kos bisa menjadi salah satu pilar penghasilan pensiun, dengan dua syarat: angka dihitung dari skenario okupansi yang realistis, dan operasionalnya diserahkan ke pengelola yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, aset bekerja, dan Anda tidak perlu ikut bekerja.

Seluruh angka adalah simulasi berdasarkan asumsi yang disebutkan, bukan jaminan hasil. Artikel ini bukan nasihat keuangan; sesuaikan dengan kondisi dan profil risiko Anda.

Ingin melihat simulasi investasinya untuk rencana pensiun Anda? Hubungi tim Scientia Haven.